workshop

== PENINGKATAN KAPASITAS PENDAMPINGAN TERKAIT PERSPEKTIF FEMINIS DALAM PENANGANAN KASUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN ==

mitra hotel mitra

Berdasarkan komparasi data kasus kekerasan terhadap perempuan antara tahun 2013 Dan 2014 yang diperoleh dari data Catatan Tahunan (Catahu) Komnas Perempuan, menunjukkan adanya peningkatan jumlah kasus, khususnya kasus kekerasan seksual. Pada tahun 2013, kasus kekerasan yang dilaporkan berjumlah 279.760 kasus, sedangkan pada tahun 2014 mencatat sejumlah 293.220 kasus Kekerasan terhadap Perempuan. Sebagian besar dari data tersebut diperoleh dari data kasus / perkara yang ditangani oleh 359 Pengadilan Agama ditingkat Kabupaten / Kota yang tersebar di 30 Provinsi di Indonesia yaitu mencapai 280.710 kasus atau berkisar 96%. Sisanya sejumlah 12.510 kasus atau sekitar 4% bersumber dari 191 mitra lembaga pengada layanan. Seperti tahun sebelumnya, kekerasan yang terjadi diranah personal khususnya kekerasan terhadap istri tercatat paling tinggi, juga angka kekerasan seksual adalah angka yang menonjol yang terjadi di ranah komunitas.Pada tahun ini, angka perkosaan, pencabulan, pelecehan seksual dan percobaan perkosaan mencapai 2.183 kasus (56%) dari total 3.860 kasus yang dilaporkan terjadi di ranah komunitas,”

mitra sapa
Minimnya lembaga layanan serta komitmen pemerintah, Aparat Penegak Hukum (APH) dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu factor makin meningkatnya kasus kekerasan seksual, disamping masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi.
Lapisan-lapisan kekerasan yang dialami oleh perempuan korban kekerasan seksual berdampak negatif tidak hanya terhadap kondisi psikologisnya, tetapi juga menimbulkan persoalan dalam kesehatan, pendidikan dan sosial ekonominya. Selain itu stigma dari masyarakat yang seringkali menyalahkan korban berdampak pada tereliminasinya korban dari lingkungan tempat tinggalnya.
Pendamping sebagai bagian yang penting untuk pemulihan perempuan korban kekerasan, harus memahami prinsip-prinsip dan nilai feminis yang terintegrasi dalam seluruh tahapan pendampingan. Disisi lain pendampingan kasus kekerasan seksual tidak hanya berorientasi pada pemulihan untuk korban, tetapi keluarga korban dan juga lingkungan disekitar korban. Peningkatan kapasitas pendamping yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai dan prinsip Feminis dalam semua tahapan pendampingan serta kemampuan menggunakan ratifikasi CEDAW sebagai sebuah landasan kebijakan dan hukum dalam melakukan advokasi kasus kekerasan seksual menjadi penting. Karena itu LENSA SUKABUMI mengikuti
“WORKSHOP PENINGKATAN KAPASITAS PENDAMPING TERKAIT PERSPEKTIF FEMINIS DALAM PENANGANAN KASUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN”
yang diseleggarakan oleh SAPA institute dan Forum Pengada Layanan (FPL) pada tanggal 16 – 18 Oktober 2015 di Hotel Mitra Bandung Jawa Barat. Yang diikuti oleh 25 peserta dari 20 Lembaga Terdaftar.
Kegiatan ini di fasilitatori oleh Listyowati dan Estu Fanani dengan Narasumber Ratna Bantari Murti ( Mengembangkan Pendampingan Hukum Berperspektif Gender) dan Desti Murdijana (mengintegrasikan nilai-nilai feminis dalam pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan ).

Tujuan dari Kegiatan ini adalah untuk :
1. Meningkatkan keterampilan peserta terkait pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan
2. Meningkatkan pemahaman peserta terkait prinsip-prinsip feminis dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan
3. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menggunakan CEDAW sebagai landasan hukum untuk mengadvokasi kasus kekerasan terhadap perempuan.

Output dari kegiatan ini adalah :
1. Adanya peningkatan keterampilan peserta dalam penanganan kasus kekerasan terhadap Perempuan dan anak
2. Adanya peningkatan pemahaman peserta terkait prinsip-prinsip feminis dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak
3. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menggunakan CEDAW sebagai landasan hukum untuk mengadvokasi kasus kekerasan terhadap perempuan.

Tentang devisipers

Lembaga Penelitian Sosial dan Agama (LENSA) adalah sebuah lembaga yang didirikan oleh masyarakat kaum muda Sukabumi yang konsen dalam bidang sosial dan keagamaan dengan Menjunjung Nilai-nilai Islam Rahmatan Lil'alamin
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s