KAB. SUKABUMI PANTAS SEJAHTERA

Curug Cikaso

Curug Cikaso, Salah satu Potensi Wisata di Sukabumi Selatan yang diyakini banyak pihak akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kab. Sukabumi jika dikelola dengan baik

Memiliki label sebagai daerah tertinggal memang sedikit tidak enak didengar, terlebih jika potensi yang dapat dikembangakan didalamnya cukup melimpah. Namun itulah yang kini disandang Kabupaten Sukabumi. Hampir semua masyarakat tahu bahwa di Jawa Barat, daerah yang masih termasuk katagori Kabupaten tertinggal adalah Garut dan Sukabumi. Jika kita lihat dalam Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2012, Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sukabumi mencapai 71,50 dimana capaian Angka Rata-rata sekolah (RLS) 6,93 Tahun, Angka Melek Huruf (AMH) 97,56, Angka Harapan Hidup (AHH) 67,70 tahun dan Daya Beli Masyarakatnya 632.100. Belum lagi persoalan kemiskinan, dari Jumlah penduduk Kab. Sukabumi sebanyak 2.408.338 jiwa, ada sekitar 9,72% atau lebih kurang 200.000an penduduknya miskin.
Hal diatas sangat ironis jika dilihat dari potensi alam Kabupaten Sukabumi yang melimpah ruah. Daerah yang sering disebut sebagai Kabupaten terluas se Jawa dan Bali ini memiliki luas sekitar 409.382 Ha, Suhu udaranya 18-30C, kelembabannya rata-rata 85-95%, Curah Hujannya antara 2000-4000 mm/tahun, memiliki ketinggian 0 – 2.960 Meter dpl, dimana wilayah utara bergunung, wilayah tengah berbukit dan wilayah selatan bergelombang dan pantai, atau sering dikenal dengan istilah GURILAPS (gunung, rimba, laut, pantai dan sungai). Belum lagi sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara Kab. Sukabumi mempunyai posisi Strategis untuk mengembangkan berbagai hal, baik bidang pariwisata, pertanian, perikanan, maupun industri. Salah satunya dibidang pariwisata, Kab. Sukabumi memiliki banyak potensi pariwisata yang bisa dikembangkan, diantaranya Potensi Pariwisata Curug Cikaso yang terletak Sukabumi Selatan tepatnya di Kecamatan Cibitung Kab. Sukabumi.
Curug Cikaso hanya sebagaian kecil dari sekian banyak potensi pariwisata yang ada di Sukabumi selatan yang lain seperti, Pantai Ujung Genteng, Pantai Cibuaya, Pantai Pangumbahan yang terkenal dengan Penyu Hijaunya, Pantai Ombak Tujuh, Pantai Minajaya, Pantai Palangpang, Curug Cikanteh, Curug Cigangsa, dll. Sementara ini memang Curug Cikaso sudah dikelola, namun masih terlihat belum termenej dengan baik. Ketika kita mau masuk ke lokasi curug pengunjung yang membawa mobil akan diminta kontribusi sebesar Rp. 27.000,- kemudian untuk menuju Curugnya bisa ditempuh dengan jalan kaki atau memanfaatkan jasa Perahu dengan membayar Rp. 60.000,-/Rombongan pulang-pergi, ketika sampai dilokasi Curug pengunjung juga msih harus merogoh kocek sebesar Rp. 2.000,-/orang, ketika mau meninggalkan lokasi pengunjung harus membayar parkir Rp. 6.000,-/Mobil.

Nah dari sederet retribusi yang dipungut masih belum nampak timbal baliknya dengan pelayanan yang diberikan kepada pengunjung, misalnya akses jalan yang masih belum terpelihara, masih banyaknya sampah berserakan dilokasi curug dan masih kurangnya fasilitas umum seperti toilet yang memadai. Nah itu baru di selatan lho,,,,belum lagi di Sukabumi Utra, Timur dan Barat. Dari itu semua, kita berharap ke depan Pemerintah Kab. Sukabumi dapat mengoptimalkan pengelolaan potensi pariwisata yang begitu banyak tersebut, karena dengan banyaknya Sumberdaya yang dimiliki Kab. Sukabumi, sebenarnya Kabupaten kita tercinta ini pantas Sejahtera, seperti Visi-Misi Kab. Sukabumi saat ini untuk mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia, maju dan sejahtera.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s