10 Jurus Menghadapi Ujian Nasional

Ujian Nasional tinggal menghitung hari, bahkan jam. Dipastikan mulai 16–19 April 2012 akan dilaksanakan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA/MA, SMALB, SMK, tanggal 22-26 April 2012 untuk SMP/MTs, dan SMPLB, dan tanggal 7-9 Mei 2012 untuk SD/MI,dan SDLB. Untuk mempersiapkan menghadapi UN tersebut, siswa selain mempelajari materi pelajaran yang diujikan juga perlu mempersiapkan diri dari segi psikologis supaya dapat mengikuti UN dengan optimal dan tidak membuat Stres.

Ada 10 Jurus Jitu ala Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd., Kons yang bisa digunakan mengantisipasinya sebagai berikut :

SEPULUH JURUS KESIAPAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL

Jurus I : Penguasaan Materi Pembelajaran

Untuk menguasai materi pembelajaran siswa hendaknya sudah menguasai semua materi yang diajarkan oleh guru sesuai dengan standar kompetensi lulusan dalam kurikulum yang berlaku. Siwsa juga sudah menguasai semua materi yang diajarkan oleh guru pada mata pelajaran yang diujikan secara nasional. Siswa mesti menggunakan waktu secara efektif dan efisien untuk belajar mata pelajaran yang akan diujikan secara nasional.Yang lebih penting lagi siswa harus disiplin terhadap waktu belajar yang telah direncanakan.
Guru mempunyai peran penting dalam membantu siswa menguasai mata pelajaran. Peran yang harus dilakukan guru antara lain: (1) mengajar dengan baik dan menuntaskan materi pembelajaran; (2) membangun proses pembelajaran yang efektif dan efisien; (3) menyelenggarakan program pengajaran perbaikan bagi siswa yang belum menguasai kompetensi; (4) melnyelenggarakan program pengayaan; (5) melakukan penilaian hasil belajar secara berkesinambungan untuk memanhtau proses,kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas secara obyektif, transparan, dan akuntabel
Konselor/Guru Bimbingan dan Konseling di sekolah mempunyai peran dalam membantu siswa menghadapi ujian nasional melalui layanan konseling. Peran yang harus dilakukan oleh konselor antara lain : (1) memotivasi siswa dalam belajar ; (2) memberikan kiat cara belajar yang efektif dan efisien; (3) menanamkan rasa percaya diri akan keberhasilan menghadapi ujian nasional;(4) mensugesti optimistic siswa akan keberhasilan menghadapi ujian nasional; (5) menghilangkan rasa cemas dan takut menghadapi ujian nasional; (6) menanamkan disiplin dalam belajar; (7) keterampilan belajar; (8) menghilangkan pesimistis siswa dalam menghadapi ujian nasional; dan sebagainya..

Jurus II : Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Kepercayaan diri pribadi adalah suatu yang ingin dimiliki lebih banyak oleh sebagian besar orang, tetapi itu hanyalah masalah membangkitkannya. Bagaimana kita bisa lebih percaya diri? Psikolog dan ahli terapi setuju bila saja pil kepercayaan diri ditemukan, dunia akan menjadi tempat yang jauh lebih menyenangkan dan mereka segera akan kehilangan pekerjaan. Namun,pil kepercayaan diri masih belum diproduksi. Lalu kemana kita harus berpaling menopang kepercayaan diri kita? Pada dasarnya,kita harus berpaling ke dalam diri kita untuk menopang dan mengembangkan bidang dasar yang memerlukan perhatian. Pada dasarnya, kepercayaan diri adalah kombinasi pikiran dan perasaan yang berarti, saya senang kepada diri sendiri dan berpikir bahwa saya orang yang berguna. Di sekolah, siswa yang percaya diri umumnya merasa positif dan kompeten serta menggunakan dua kualitas ini untuk melakukan kegiatan belajar dengan baik, pada waktunya dan barangkali dengan bersemangat. Menjadi percaya diri mungkin kelihatannya sulit sekali, terutama untuk orang yang pesimistis, tetapi sikap yang dipegang mengenai diri sendiri bisa diperbaiki.
Kunci sukses menghadapi ujian nasional adalah membangun rasa percaya diiri akan keberhasilan dengan cara menghilangkan rasa cemas. Rasa cemas merupakan musuh nomor satu dalam menghadapi ujian nasional yang harus segera dihilangkan. Kunci sukses menghadapi ujian nasional adalah memerangi rasa takut dengan keyakinan dan menghadapi kenyataan. Kita akan menjadi percaya diri, penuh rasa kemenangan, dan keberhasilan. Oleh sebab itu janganlah kuatir tentang apa yang akan dihadapi dalam ujian nasional, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginannya kepada Allah dalam doa dan permohonan agar sukses dalam menghadapi ujian nasional dan dengan ucapan syukur. Siswa di dalam belajar harus meningkatkan rasa percaya diri akan keberhasilan,yang ditunjukkan dengan sikap dan perilaku sebagai berikut.

  1. Mengetahui apa yang anda hasilkan dari belajar
  2. Memahami apa yang anda lakukan untuk dapat sukses dalam Ujian Nasional
  3. Memahami kegiatan anda dalam belajar untuk mencapai sukses belajar.
  4. Menghindari semua perbuatan yang berlebihan sehingga mengabaikan kegiatan belajar.
  5. Memahami semua seni perilaku belajar yang wajar dengan ketat dan penuh kesadaran.
  6. Membuktikan kemampuan anda dengan fakta yang dapat menjelaskan berbagai sudut pandang yang berbeda melalui berbagai jenis ujian.
  7. Berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan tugas belajar.
  8. Merencanakan tujuan dan memelihara komitmen dalam pencapaian tujuan belajar.
  9. Rasa percaya diri akan keberhasilan membantu menciptakan perasaan tenang dan menghilangkan kecemasan dan ketakutan.
  10. Keyakinan akan kemampuan diri sendiri menghilangkan kecemasan dan ketakutan.
  11. Rasa percaya diri akan keberhasilan menjadi kunci sukses dalam menghadapi UN.
  12. Rasa percaya diri akan tercapai, jika mampu menguasai keraguan yang merayapi dirinya akan keberhasilan dalam menghadapi ujian nasional. Keraguan merupakan pengganggu yang membuat kita kehilangan kesempatan memperoleh hal-hal yang baik karena kita ragu-ragu mencoba untuk meraihnya.
  13. Mensugesti diri dengan menyatakan optimistik akan keberhasilan keinginan dan maksudnya dengan nada yang meyakinkan tanpa menunjukkan keraguan dalam menghadapi Ujian Nasional. Misalnya : Saya pasti lulus! Saya pasti befrhasil ! Saya pasti nilainya tinggi!

Jurus III : Meningkatkan Konsentrasi Belajar

Membina kekuatan konsentrasi hamper sama dengan mengembangkan dan menguatkan otot tubuh. Namun, siswa akan mampu meningkatkan konsentrasi tanpa mengeluarkan keringat. Ini lebih merupakan masalah latihan yang dingin, tenang dan sungguh-sungguh. Proses dasar dalam mengembangkan kekuatan konsentrasi adalah dengan melakukan tugas mental yang lebih sulit secara bertahap. Tugas ini harus memerlukan periode konsentrasi yang lebih keras dan lebih lama. Sementara menjalankannya, berilah diri sendiri hadiah untuk peningkatan pada rentang konsentrasi.
Untuk meningkatkan konsentrasi belajar dalam menghadapi Ujian Nasional, siswa dituntut mampu menunjukkan perilaku sebagai berikut.

  1. Menyiapkan daftar tugas konsentrasi yang biasa dihadapi dalam kegiatan belajar dan dalam menghadapi Ujian Nasional.
  2. Mengikuti rangkaian kegiatan secara perlahan sehingga dapat menyerap setiap langkah secara mental.
  3. Mengulangi mengucapkan setiap langkah keras-keras untuk membantu menanamkan informasi tersebut ke dalam ingatan.
  4. Mengajukan pertanyaan untuk menjelaskan setiap yang dipelajari atau keraguan.
  5. Pada akhir rangkaian kegiatan, mencoba mengulangi seluruh petunjuk.Perbaiki kesalahan.
  6. Sewaktu menjalankan petunjuk, ulangi langkah-langkah tersebut sementara anda berjalan untuk lebih menanamkannya di dalam ingatan anda, dan ingatan yang kuat diperlukan.

Jurus IV : Mengembangkan Disiplin Diri Dalam Belajar

Disiplin diri sangat penting untuk berhasil dalam belajar menghadapi ujian nasional. Disiplin diri memungkinkan siswa memperoleh kepuasan dan mendapatkan pujian yang sepantasnya dan mungkin menaikan prestasi belajar. Selain kemajuan belajar, disiplin diri dapat juga meningkatkan kehidupan pribadi lebih sehat dan berkembang. Pada hakikatnya, disiplin diri merupakan atribusi penting yang dapat memajukan banyak aspek kehidupan siswa. Di sekolah, disiplin diri berarti siswa maju dengan pesat, belajar dengan lebih efektif dan hasil bisa diandalkan. Menjadi disiplin diri adalah tujuan yang ingin dicapai oleh sebagian besar siswa. Namun disiplin diri kerap merupakan suatu kualitas yang sukar dicapai. Mengapa? Karena,siswa mungkin harus belajar sejumlah perilaku yang baru dan sulit, seperti mengalahkan kebiasaan menunda. Untuk lebih disiplin diri siswa harus belajar cara untuk menjadi kurang perfeksionis atau belajar cara mengatasi ketakutan yang besar akan kegagalan. Ini merupakan kegiatan belajar yang menuntut kerja keras.
Banyak cara yang dapat dilakukan siswa untuk mengembangkan disiplin dalam belajar, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Menetapkan tujuan belajar.
  2. Memulai belajar.
  3. Mendefinisikan belajar.
  4. Mengatur belajar dengan membuat perencanaan yang baik.
  5. Membuat batas waktu belajar yang realistik.
  6. Menetapkan ganjaran untuk hasil belajar yang dicapai.
  7. Menghindari penundaan untuk belajar.
  8. Menulis rencana belajar harian setiap hari dan usahakan memulai dengan belajar yang benar-benar penting.
  9. Menaklukan ketakutan akan kegagalan dalam belajar
  10. Berusaha untuk tidak terlalu perfeksionis
  11. Terus belajar meskipun mendapat kritik yang tidak adil

Jurus V : Hidup Teratur Agar Berhasil Dalam Menghadapi Ujian Nasional

Keberhasilan dalam semua bidang kehidupan,termasuk kehidupan dalam belajar, siswa harus bisa hidup teratur. Berhasil dalam belajar dan juga dalam ujian nasional pada dasarnya adalah masalah hidup teratur. Teratur dalam menjalani kegiatan belajar untuk mencapai cita-cita sukses belajar dan sukses dalam ujian nasional. Mulai sekarang siswa tentunya harus menjalani hidup yang teratur,khususnya dalam kegiatan belajar, apalagi dalam waktu dekat akan menghadapi ujian nasional yang merupakan salah satu syarat untuk dapat lulus dari sekolah/madrasah. Menjadi hidup teratur adalah suatu keterampilan yang akan membuat siswa lebih efektif dan efisien dalam belajar dan lebih puas dalam menjalani kehidupan.
Hidup teratur dapat ditempuh dengan melakukan hal-hal sebagai berikut.

  1. Membuat dan menggunakan rencana harian untuk membuat daftar tugas-tugas yang harus diselesaikan dalam belajar dan menghadapi UN.
  2. Belajar menurut rencana harian setiap hari.
  3. Mengerjakan tugas-tugas belajar dengan baik dan penuh semangat.
  4. Memberi hadiah kepada diri sendiri untuk setiap pekerjaan yang telah diselesaikan
  5. Menilai keterampilan belajar dan kerja anda.

Jurus VI : Mengelola Waktu Belajar Secara Efektif dan Efisien

Menguasai waktu merupakan salah satu aspek paling penting untuk belajar efektif dan efisien. Siswa harus mengelola tugas-tugas belajar di sekolah dan di rumah, menangani tanggungjawab sebagai pelajar dan juga mengatur waktu santai yang memadai. Siswa harus mengusahakan agar waktu menjangkau semua fungsi dalam hidup, sehingga tujuan hidup dan tujuan belajar dapat diwujudkan. Menyesal sekali, waktu tidak dapat dihasilkan, ditambah, dihentikan, ataupun dibalikkan. Jarum jam terus berputar dengan keteraturan tanpa belas kasihan. Pertanyaan utamanya adalah, bagaimana siswa membuat agar waktulah yang bekerja untuk siswa?
Agar siswa dapat mengelola waktu belajar secara efektif dan efisien, maka ia perlu melakukan beberapa cara seperti berikut.

  1. Belajar menurut rencana harian.
  2. Mencari cara yang memungkinkan anda bisa menggunakan secara produktif waktu yang semula tidak terpakai.
  3. Mulailah melakukan kegiatan belajar yang efektif.
  4. Latihan menempatkan diri anda pada posisi guru yang mengajar dan lihatlah diri anda dari perspektif mereka.
  5. Berbicaralah dengan teman yang lebih pandai dalam belajar dan cobalah strategi yang mereka gunakan untuk meningkatkan produktivitas dalam belajar.
  6. Perbaharui keterampilan belajar anda.
  7. Bersikap antusias terhadap belajar
  8. Belajar dengan sungguh-sungguh
  9. Belajarlah sesuai dengan rencana kegiatan belajar.
  10. Bersikaplah inovatif dalam belajar.

Jurus VII : Meningkatkan Produktivitas Belajar dalam menghadapi Ujian Nasional

Menjadi produktif adalah terpenting dalam hampir semua kegiatan belajar. Produktivitas berarti siswa mengerjakan apa yang diharapkan,dan menyelesaikan pekerjaan dalam belajar. Produktivitas merupakan salah satu unsur utama dalam kepuasan belajar. Dengan belajar keras dan mencapai tujuan yang siswa tetapkan, siswa merasa lebih puas pada penghujung akhir belajar, yaitu lulus dengan hasil yang baik dan memuaskan.

  1. Belajar menurut rencana harian.
  2. Mencari cara yang memungkinkan anda bisa menggunakan secara produktif waktu yang semula tidak terpakai.
  3. Mulailah melakukan kegiatan belajar yang efektif.
  4. Latihan menempatkan diri anda pada posisi guru yang mengajar dan lihatlah diri anda dari perspektif mereka.
  5. Berbicaralah dengan teman yang lebih pandai dalam belajar dan cobalah strategi yang mereka gunakan untuk meningkatkan produktivitas dalam belajar.
  6. Perbaharui keterampilan belajar anda.
  7. Bersikap antusias terhadap belajar.
  8. Belajar dengan sungguh-sungguh.
  9. Belajarlah sesuai dengan rencana kegiatan belajar.
  10. Bersikaplah inovatif dalam belajar.

Jurus VIII : Ketekunan Dalam Belajar

Ketekunan belajar akan menghasilkan kekuatan yang menumbuhkan hasil dalam belajar. Tentuknan pondasi atau landasan, tanamkan pilar yang kuat, kerjakanlah jam demi jam, hari demi hari, dan majulah inci dedmi inci. Dedngan tetap tabah dan tekun akan mencapai keberhasilan. Ketekunan dalam belajar dapat diciptakan dengan melakukan beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Kunci sukses dalam belajar adalah bertahan dan ketekunan,karena dengan demikian akan meningkatkan kekuatan dan kemampuan.
  2. Kunci sukses dalam belajar adalah tabah,tekun sebab akan memperkuat dan memperjelas suatu cita-cita yang dinamis.
  3. Kunci sukses dalam belajar adalah berani menanggung apapun untuk senantiasa bertekun dan tabah.
  4. Ketekunan dan ketabahan akan membawa kedaimaian dalm hidup.
  5. Daya tahan merupakan kekuatan yang menumbuhkan hasil yang gemilang.
  6. Upaya yang keras bermula dari ketekunan dan kerajinan.
  7. Ketekunan menguatakan yang lemah, dan memberikan peluang menuju peningkatan dalam mancapai tujuan belajar.
  8. Orang yang tekun akan memperkuat dirinya untuk mencapai suatu tujuan yang berharga (sukses belajar) dan tidak akan dikuasai oleh kecemasan dan frustasi
  9. Orang yang telah mengalami kegagalan sesungguhnya telah memperoleh banyak pengalaman dan pelajaran yang amat baik dan berharga dalam kehidupan.

 

Jurus IX : Motivasi Diri untuk Berhasil Ujian Nasional

Kunci sukses adalah keyakinan dan motivasi diri untuk berhasil dalam ujian nasional. Seseorang akan berhasil bila ia memotivasi dirinya untuk sukses. Siswa yang baik secara emosional akan jauh lebih mampu memotivasi dirinya dibandingkan dengan siswa yang dipenuhi keraguan, kecemasan dan emosi yang belum dewasa. Untuk menumbuhkan motivasi diri untuk berhasil dalam Ujian Nasional, siswa harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut.

  1. Siswa yang mempunyai motivasi diri yang baik adalah siswa yang mempunyai cita-cita, dinamis dan tekun mencurahkan diri dan kemampuannya untuk mencapai cita-cita dalam belajar.
  2. Mengembangkan dan membuat rencana yang mempunyai jangkauan ke depan sehingga dengan demikian akan mempunyai motivasi untuk mencapainya.
  3. Menumbuhkan kegairahan belajar yang dinamis.
  4. Mencurahkan seluruh jiwa raganya pada belajar itu akan keluar sebagai pemenang,yaitu sukses dalam menghadapi ujian nasional.
  5. Menghidupkan keinginan yang kuat untuk mencapai cita-cita sukses dalam ujian nasional.
  6. Tetap menatap suatu cita-cita untuk mencapai sukses dfalam ujian nasional.
  7. Mengembangkan dan menumbuhkan suasana persaingan yang sehat dan rasa bangga akan dirinya sendiri.
  8. Rendahnya motivasi belajar terlihat adanya siswa yang gagal belajar, drop-out.
  9. Siswa akan berhasil dalam belajar jika ia memotivasi dirinya untuk berhasil.
  10. Bila siswa percaya dan yakin bahwa upaya belajarnya membawa manfaat , ini berarti mempunyai motivasi yang tepat.
  11. Keyakinanlah dan bukan keuntungan yang memotivasi diri.
  12. Siswa harus dimotivasi oleh keyakinan diri mereka untuk berhasil dalam belajar dan mencapai cita-cita.
  13. Motivasi muncul jika siswa memiliki rencana yang dinamis dan nyata tentang apa yang hendak dicapainya (misal lulus Ujian Nasional ).
  14. Oleh karena itu kunci sukses dalam Ujian Nasional adalah mengembangkan dan membuat rencana jangkauan ke depan,yaitu lulus Ujian Nasional dengan jujur sehingga akan memotivasi diri sendiri.
  15. Kunci sukses dalam Ujian Nasional adalah kegairahan belajar yang dinamis. Kegairahan belajar akan dapat memotivasi diri untuk berhasil dalam Ujian Nasional.
  16. Siswa yang mencurahkan seluruh jiwa raganya pada belajar akan keluar sebagai pemenang sebagai siswa yang sukses dalam Ujian Nasional.
  17. Motivasi yang tepat akan membuahkan hasil yang memuaskan dan menggembirakan,yaitu lulus Ujian Nasional dan lulus dari sekolah.
  18. Motivasi akan tumbuh dalam dirinya jika siswa mempercayai orang lain; mampu untuk menilai diri sendiri, mampu memperoleh rasa aman, serta mampu untuk mengatur dan mengurus dirinya sendiri.

Jurus X : Bersikap Positif Terhadap Ujian Nasional

Sikap positif terhadap ujian nasional sangat diperlukan bagi siswa dalam menghadapi ujian nasional, sehingga siswa akan dapat bertindak sesuai dengan obyek sikap atau bersedia untuk bereaksi positif terhadap obyek sikap yaitu ujian nasional. Kunci sukses dalam menghadapi ujian nasional adalah bersikap yang tepat, yaitu bersikap positif. Sikap siswa menentukan sukses yang akan dicapai. Buah sukses, keasyikan dan kesenangan dalam mengukir keberhasilan, damai,meningkatkan keinginan dan semangat berkompetisi dan lain-lain tidak akan bisa capai bila pandangan tentang keinginannya, tentang hasil dan keberhasilan siswa kurang tepat. Sepatutnya ada kepuasan batin karena apa yang siswa lakukan tepat dan benar. Sikap positif menentukan tindakan yang akan dilakukan yaitu giat belajar, semangat tinggi, percaya diri untuk berhasil menghadapi ujian nasional.
Sikap positif memiliki peranan yang sangat penting dalam menghadapi Ujian Nasional. Untuk menumbuhkan sikap positif, siswa hendaknya memiliki pandangan sebagai berikut.

  1. Ujian Nasional adalah penting untuk mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan secara nasional.
  2. Ujian Nasional adalah Penilaian eksternal, dilakukan oleh lembaga mandiri untuk menilai pencapaian hasil pembelajaran dengan menggunakan standar tertentu, untuk memperoleh pengakuan dan pertanggungjawaban secara lebih luas.
  3. Ujian Nasional adalah suatu upaya assessment of learning, yang dilakukan oleh evaluator eksternal guna pengendalian mutu secara nasional dan sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
  4. Ujian Nasional penting untuk digunakan sebagai alat pertanggungjawaban sekolah dan pengambil kebijakan pendidikan kepada orang tua dan masyarakat.
  5. Bagi peserta didik yang belum mencapai standar kompetensi yang ditetapkan sedbagai kriteria kelulusan, maka harus termotivasi untuk belajar lebih giat, bukan malah berbuat curang dan putus asa.
  6. Ujian Nasional berfungsi sebagai upaya untuk menilai tentang materi yang telah dikuasai peserta didik setelah belajar di sekolah.
  7. Ujian Nasional harus dihadapi secara wajar seperti halnya menghadapi ujian sekolah/madrasah,dan ujian yang dilakukan oleh guru di sekolah.
  8. Ujian Nasional sebagai quality control yang artinya setiap lulusan mendapat jaminan sudah mencapai standar nasional;
  9. Ujian Nasional sebagai bekal bagi lulusan menurut standar yang telah ditetapkan;
  10. Ujian Nasional alat untuk memotivasi semangat belajar mengajar peserta didik dan guru agar bekerja lebih serius; dan
  11. Ujian Nasional sebagai alat untuk menyeimbangkan antara pressure dan support.
  12. Dengan Ujian Nasional,maka keberhasilan guru mengajar maupun murid belajar dapat dinilai oleh pihak ketiga yang lebih obyektif dan hasilnya dapat dibandingkan dengan guru dan murid di tempat lain, atau dibandingkan dengan prestasinya sendiri di masa lampau.
  13. Peserta didik yang tidak lulus karena belum optimal belajar, harus berupaya lebih giat lagi agar dapat lulus pada kesempatan berikutnya.
    1. Sekolah/madrasah,dinas pendidikan dan kemenag tingkat kabupaten/kota,dinas pendidikan dan kanwil kemenag tingkat provinsi, dan tingkat kementerian pendidikan, dan kemneterian agama harus melakukan evaluasi dan analisis,
    2. kemudian ditindaklanjuti dalam bentuk pembinaan dan pemberian bantuan kepada sekolah/madrasah dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan yang menjadi tanggungjawabnya.
  1. Upaya perbaikan bagi peserta didik yang belum lulus harus dilakukan melalui:
    1. kegiatan konseling oleh konselor, dan
    2. kegiatan pengajaran perbaikan oleh guru mata pelajaran sesuai dengan tingkat dan karakteristik masalah dan kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik.

Semoga dengan tulisan ini akan dapat membantu siswa dalam menghadapi ujian nasional dengan sukses,jujur,dan akuntabel. Banyak orang ingin meraih sukses, tetapi tidak semua mencapaunya, seakan-akan sukses tersebut adalah sesuatu yang jinak-jinak memrpati, pandai berkelit, atau licin bagaikan belut. Oleh karena itu jika siswa ingin sukses dalam menghadapi ujian nasional, harus banyak upaya yang dipilih dan dilakukan dengan cermat, buat rencana yang matang, hilangkan rasa cemas dan takut menghadapi ujian nasional, kuasi materi pembelajaran, meningkatkan rasa percaya diri terhadap keberhasilan, meningkatkan konsentrasi belajar, mengembangkan disiplin, hidup teratur, mengelola waktu belajar secara efektif dan efisien,, meningkatkan produktivitas belajar, tekun dalam belajar,, tingkatkan motivasi diri untuk berhasil, dan bersikap positif terhadap ujian nasional.
Selamat menghadapi ujian nasional dan semoga sukses,jujur,dan akuntabel.

 

 

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Satu Balasan ke 10 Jurus Menghadapi Ujian Nasional

  1. Ping balik: Motivasi Kuat SMK | bijak.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s