APPI Bangsa Waspadai Radikalisme

Fenomena aksi terorisme dan gerakan Negara Islam Indonesia (NII) yang masuk dan berkembang di banyak perguruan tinggi di Tanah Air adalah problem serius sekaligus ironis. Sebagai tempat kaum akademisi bergelut, justru di sana pula lahir praktik yang bersebarangan dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila. Meski banyak pihak yang merespon dan menegaskan perlawanan, namun muncul kesan isu tersebut sekedar menjadi komoditas politik. “Kita ingin isu radikalisme baik terkait terorisme dan NII tidak hanya jadi isu politik, tapi isu kebangsaan yang sangat serius,” kata akedemisi UIN Syarif Hidayatullah yang juga peneliti senior the Wahid Institute (WI) Rumadi dalam deklarasi Akademisi Pengawal Pilar Bangsa (APPi Bangsa) di Jakarta, senin (9/5).

Rumadi merupakan salah satu anggota perkumpulan akademisi lintas universitas yang dibentuk 28 April lalu itu. Sebanyak 72 akademisi tergabung di dalamnya dan 15 di antaranya adalah guru besar seperti guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Azyumardi Azra dan Nasaruddin Umar, guru besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Kalimantan Selatan Ahmadi Hasan, guru besar Universitas Indonesia Jimly Ashshiddiqie, guru besar Univesitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta, guru besar Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya Soteandyo Wignjosoebroto.

Dalam pernyataan sikap mereka, tantangan radikalisme itu jelas fakta yang tak bisa disangkal dan tentu saja harus disikapi secara produktif. Sebab, radikalisme sangat berpotensi mengancam integritas bangsa. “Penegak hukum hendaknya mengambil tindakan terhadap berbagai kelompok pengusung aspirasi intoleran dan radikal,” kata Ismail Hasani atas nama Presidium APPi Bangsa saat membacakan pernyataan sikap APPi.

Puluhan akademisi itu juga menyampaikan beberapa tuntutan. Di antaranya desakan kepada Presiden dan pimpinan partai politik agar menghentikan kapitaliasi isu gerakan NII, radikalisme, dan terorisme hanya untuk berbagai tujuan politik yang tak produktif dan tak menyelesaikan masalah. Kementerian Agama RI dan Kementrian Pendidikan nasional juga diminta segera merancang dan menjalankan program-program deradikalisasi atau tindakan-tindakan pencegahan membendung arus radikalisasi di lingkungan pendidikan dan di tengah masyarakat. Kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), APPi mendesak agar mengoptimalkan diseminasi Empat Pilar Hidup Berbangsa (Pancasila, UUD Negara RI 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI), termasuk menyusun instrumen yang mampu mendorong internasliasai dan aplikasi pilra-pilar berbangsa bagi para penyelenggara negara dan warga negara.

Untuk merespon itu, perkumpulan itu juga berkomitmen akan turut berkontribusi melalui sejumlah langkah. Pertama,menciptakan iklim intelektual dan organisasi yang inklusif sehingga memungkinkan mahasiswa dan pelajar memiliki pikiran yang terbuka dan konstruktif. Kedua, memanfatkan proses belajar-mengajar sebagai instrumen dan sarana diseminasi Empat Pilar Berbangsa tanpa indoktrinasi, tapi memelopori perdebatan yang konstruktif dan produktif. Ketiga, melakukan revitalisasi peran pengabdian masyarakat melalui lembaga atau pusat pengabdian masyarakat di setiap perguruan tinggi yang mengarah pada pengutan integritas bangsa yang plural, toleran, dan konstitusinal dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil yang selama ini melakukan kerja-kerja penguatan. Keempat, menyelenggarakan kajian, konferensi, penelitian dan berbagai kegiatan ilmiah yang berkontrubusi pada upaya mengikis radikalisme dan membangun bangsa yang toleran.

Dalam pandangan Direktur Jenderal Bina Masyarakat Islam Kementerian Agama Nasaruddin Umar, mahasiswa saat ini memang lebih rentan terhadap pengaruh radikalisme. Tidak seperti beberapa tahun lalu di mana mahasiswa sangat aktif di kegiatan ekstrakurikuler, mahasiswa saat ini cenderung sangat individualistis. Energi yang tak tersalurkan itu, tambahnya, yang berpotensi terseret ke dalam gerakan-gerakan radikal. (AMDJ) []

http://wahidinstitute.org/Berita/Detail/?id=314/hl=id/APPi_Bangsa_Lawan_Radikalisme_Dari_Kampus

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s