Azyumardi Azhra : UU Penistaan Agama Tetap Diperlukan

Rabu, 10 Maret 2010 | 14:15 WIB

Besar Kecil Normal

TEMPO Interaktif, Jakarta -Ahli sejarah Islam Azyumardi Azhra berpendapat undang-undang penistaan agama tetap diperlukan, tapi perlu dikoreksi. Meski Undang-undang ini diperlukan untuk mengatur kerukunan masyarakat, untuk beberapa hal negara tidak boleh mencampuri otoritas dogmatik agama. “Karenanya undang-undang ini perlu direvisi, diperinci dan dipertegas supaya menjaga kerukunan,” kata Azyumardi.

Hari ini, Makamah Konstitusi kembali menggelar sidang uji materi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1965 tentang Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama, Rabu (10/3). Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan ahli, antara lain Azyumardi Azra dan Thamrin Amal Tamagola.

Berbeda dengan Azyumardi, dalam keterangan sebelumnya Thamrin menyatakan Undang-undang itu tidak sesuai lagi dengan kondisi masyarakat saat ini dan perlu direvisi. Pendapat Thamrin ini sempat mendapat respon sorakan dari pengunjung sidang.

Dalam kesempatan yang berbeda, Ketua Front Pembela Islam Rizieq Shihab menolak pendapat kedua ahli itu. Dia meminta majelis hakim membatalkan keseluruhan permohonan uji materiil Undang-Undang Penistaan Agama ini karena pelarangan penafsiran yang menyimpang terhadap pokok ajaran agama yang diatur dalam undang-undang itu sudah tepat. “Kalau undang-undang ini dibatalkan, tidak ada lagi payung hukum lagi yang bisa memproses penistaan agama,” katanya.

Rizieq juga menegaskan bila ada beda tafsir antara kata perbedaan dan penistaan agama. Menurutnya, perbedaan agama berarti kebhinekaan. Sedangkan penistaan agama berarti adanya orang di luar agama Islam yang menghina agama Islam. “Jadi perbedaan agama tidak sama dengan penistaan agama,” ujar dia.

Uji materi undang-undang penistaan agama diajukan oleh Imparsial, Elsham, Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia PBHI dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia YLBHI. Menurut mereka, undang-undang ini merupakan pemicu tindakan kekerasan terhadap sejumlah kelompok atau penganut aliran yang berbeda, seperti pengikut Ahmadiyah.

CORNILA DESYANA

http://www.tempoint eraktif.com/ hg/politik/ 2010/03/10/ brk,20100310- 231516,id. html

 http://alamsyahdjaf ar.wordpress. com/

Pos ini dipublikasikan di Artikel / Tulisan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s